A

Kesetiaan Pak Harto & Kecemburuan Ibu Tien

009832


[imagetag]

Kesetiaan Pak Harto & Kecemburuan Ibu Tien Hari ini, 90 tahun yang lalu, Raden Ayu Siti Hartinah atau kerap dikenal Ibu Tien lahir. Ibu Tien merupakan sosok yang sangat serasi mendampingi presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Pernikahan antara Ibu Tien dengan Pak Harto berlangsung akibat perjodohan yang digagas oleh Ibu Prawiro yang merupakan bibi sekaligus ibu angkat Pak Harto.

Awalnya, Pak Harto merasa tidak yakin Ibu Tien bersedia menjadi istrinya. Pasalnya, strata sosial di antara keduanya berbeda jauh.

Ibu Tien merupakan putri seorang Wedana, yang bekerja pada Mangkunegaran. Sedangkan Pak Harto hanyalah anak seorang petani.

Ternyata keraguan Pak Harto terbantahkan. Ibu Tien bersedia menerima pinangan Pak Harto.

Hal itu membuat rasa cinta Pak Harto begitu kuat kepada Ibu Tien. Bahkan, Pak Harto tidak mau menduakan cinta Ibu Tien dengan mempratikkan poligami. Bagi Pak Harto, tidak ada wanita lain selain Ibu Tien.

"Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada lagi yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Soeharto," kata Pak Harto dalam otobiografi'Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya' halaman 229.

Sementara itu, Ibu Tien ternyata merupakan tipikal pencemburu. Dia selalu berusaha agar Pak Harto tidak terpikat dengan wanita lain.

Hal itu pernah dirasakan langsung oleh ajudan Pak Harto, Eddie Marjuki Nalapraya. Bahkan, dia pernah mendapat pesan khusus dari Ibu Tien sebelum menemami Pak Harto memancing.

Kala itu, Eddie telah siap bersama Pak Harto berangkat memancing. Keduanya, bersama satu ajudan lain telah berada di dalam mobil.

Tiba-tiba Ibu Tien mengetuk-ngetuk kaca mobil. Melihat hal itu, Eddie kemudian menurunkan kaca.

"'Jangan memancing ikan yang rambutnya panjang, ya' begitulah pesan Ibu Tien kepada saya dengan tersenyum jenaka," kata Eddie dalam buku 'Pak Harto: The Untold Stories' halaman 484. [bai]

[ sumber ]

0 Response to "Kesetiaan Pak Harto & Kecemburuan Ibu Tien"

Posting Komentar